|
||||||||||||
Blog ini saya buat untuk bahan belajar saya menyampaikan informasi tentang bisnis saya, sharing kehidupan, motivasi, impian. Segala bentuk positif ingin saya curahkan melalui blog ini
28 Mei 2013
Ibu Rumah Tangga Berpenghasilan
23 Mei 2013
Promo Keren ORIFLAME Mei 2013
Semangat Pagiiiii :))
Hari ini sudah tanggal 23 Mei masih ada waktu 8 hari lagi untuk bisa mendapatkan promo keren dari Oriflame dengan hanya melakukan pendaftaran sebesar 9.900 rupiah saja untuk menjadi Consultant Oriflame. Tidak hanya pendaftaran yang murah meriah, tapi anda juga bisa mendapatkan hadiah-hadiah lain yang kalah keren.
Hari ini sudah tanggal 23 Mei masih ada waktu 8 hari lagi untuk bisa mendapatkan promo keren dari Oriflame dengan hanya melakukan pendaftaran sebesar 9.900 rupiah saja untuk menjadi Consultant Oriflame. Tidak hanya pendaftaran yang murah meriah, tapi anda juga bisa mendapatkan hadiah-hadiah lain yang kalah keren.
Untuk yang lulus Welcome Program (WP) 1 akan mendapatkan
Untuk yang lulus Welcome Program (WP) 2 akan mendapatkan
Untuk yang lulus Welcome Program (WP) 3 akan mendapatkan
Tonton juga nih video Campaign Snakeskin Handbag oleh Rossa
Untuk lebih meyakinkan dan ingin tau cara mendapatkannya yuk segera bergabung bersama saya.
Contact Person 082111495017 a/n. Anisah Aini Manik
22 Mei 2013
Urap Sehat
Sebagai seorang ibu-ibu yang sehari-harinya murni di rumah saja itu tentu bukan menjadi hal yang luar biasa kalau ceritanya masak memasak ya. Tapi kali ini pengen bisa share hasil masakan saya. Hari ini menu yang saya sajikan bernama "Urap". Kebetulan di rumah sedang ada bahan-bahannya dan sudah cukup lama juga nggak makan urap. Akhirnya terinspirasilah untuk membuatnya.
Dan inilah hasilnya *_^
Bahan Urap :
Agar hidup lebih sehat, biasakanlah untuk mengonsumsi banyak sayuran, karena banyak makan sayuran akan lebih banyak manfaatnya, diantaranya:
Mari atur pola hidup sehat, mulai dari makanan yang sehat
Selamat Mencoba,
Anisah Aini
Dan inilah hasilnya *_^
Bahan Urap :
- 100 gram kacang panjang, potong 1/2 cm
- 100 gram taoge
- 100 gram bayam
- 1/2 butir kelapa agak muda
- 3 buah cabai merah
- 2 siung bawang putih
- 1 sendok teh air asam
- 1 1/2 sendok teh kencur cincang
- 3 lembar daun jeruk purut
- 1 sendok teh garam
- 2 sendok teh gula merah
- Rebus taoge dalam air mendidih 1 menit, tiriskan.
- Rebus terpisah : bayam, kacang panjang, sampai matang. Masing-masing tiriskan.
- Sambal urap : tumis bumbu yang sudah dihaluskan beserta bumbu-bumbu pelengkap lainnya, kemudian campur kelapa parut dengan bumbu halus, aduk rata, sambil sedikit dikeringkan supaya lebih tahan lama. Angkat dan dinginkan. Campur sayuran dengan sambal kelapa, hidangkan.
Agar hidup lebih sehat, biasakanlah untuk mengonsumsi banyak sayuran, karena banyak makan sayuran akan lebih banyak manfaatnya, diantaranya:
- Mencegah penyakit jantung koroner
- Mencegah pendarahan
- Sebagai antioksidan alami yang sangat baik untuk tubuh
- Membantu melancarkan sistem pencernaan dan metabolisme dalam tubuh
- Membantu menurunkan berat badan
- Menjaga kesehatan tulang dan gigi
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Mari atur pola hidup sehat, mulai dari makanan yang sehat
Selamat Mencoba,
Anisah Aini
21 Mei 2013
20 Mei 2013
Filosofi Botol Kecap (Kisah Inspiratif)
Dikisahkan ada seorang pengusaha kaya yang tampak bahagia. Uang bukan masalah baginya. Usahanya maju, dia jarang rugi, hampir semua bisnisnya mendatangkan keuntungan berlipat. Seakan-akan, uang itu mengejar-ngejar dirinya.
Dia pun memiliki istri yang cantik, anak-anak yang sehat dan lucu. Akan tetapi, di balik kesuksesannya itu ada banyak perilaku buruk yang dia lakukan. Pengusaha ini gemar melakukan maksiat.
Karena berkantong tebal, dia dengan mudah bisa bergonta-ganti pasangan alias main perempuan, melakukan kecurangan dalam bisnis, mengonsumsi makanan dan minuman haram, dan beragam kemaksiatan lainnya.
Sampai suatu ketika, dia mengalami sebuah peristiwa yang mengubah hidupnya. Anaknya yang berusia tiga tahun meninggal dunia karena kecelakaan yang disebabkan keteledoran dirinya. Peristiwa itu membawa perubahan dalam dirinya.
Dia bertobat dan bertekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasa dia lakukan. Dia pun mulai belajar melakukan shalat, pergi ke masjid, melaksanakan puasa Ramadhan, dan sebagainya.Di tengah upaya perbaikan diri itulah, krisis moneter yang menghantam pada tahun 1998 telah membawa perubahan drastis dalam bisnisnya.
Perlahan, tetapi pasti, dia mengalami kebangkrutan. Satu per satu perusahaan miliknya gulung tikar dan berpindah tangan.
Utangnya membengkak sehingga tabungan dan depositonya di bank serta properti dan kendaraannya habis untuk menutupi utang-utangnya itu. Jika sebelumnya kata "gagal" dan "rugi" seakan menjauh darinya, sekarang kedua kata itu seakan lekat dengannya.
Jika sebelumnya gelimang rupiah demikian mudah dia dapatkan, sekarang uang recehan pun seakan enggan mendekat kepadanya. Telah berkali-kali, dia mencoba bangkit, merintis kembali bisnisnya, tetapi berkali-kali pula dia gagal. Tumpukan emosi negatif seakan tumpah ruah di otaknya.
Dalam kesulitan hidup yang mengimpit tersebut, dia mempertanyakan keadilan Tuhan. Saat tenggelam dalam kemaksiatan, begitu mudahnya rezeki didapat, tetapi setelah meninggalkan kemaksiatan, rezeki pun ikut meninggalkan dirinya.
"Apakah ada yang salah? Ke mana doa-doa yang selama ini dia panjatkan? Apakah Tuhan tidak mendengar atau tidak sudi mengabulkan doaku? Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang serta akan mengabulkan doa-doa dari setiap hamba-Nya?"
Begitu keluhnya. Memang, di tengah kesulitan itu, kuantitas ibadah semakin berlipat-lipat. Namun, itu semua seakan belum cukup untuk mengembalikannya pada "kehidupan normal".
Berkali-kali, dia mendatangi ustaz dan kiai untuk meminta doa dan nasihat. Saat diberi doa atau amalan tertentu, dia akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Namun, lagi-lagi semuanya berakhir dengan kekecewaan. Dia pun mulai meragukan para kiai dan ustaz tersebut yang katanya hanya pandai berteori. Mana buktinya?
Di ambang keputusasaan, pertolongan Allah pun datang melalui salah seorang kenalannya. Dia adalah seorang dosen agama di sebuah perguruan tinggi ternama. Dosen itu tidak membawakannya uang, menawarkan kerja sama bisnis, atau hal lain yang bersifat materi.
Namun, dia membawa nasihat yang mampu mengubah paradigma berpikir mantan pengusaha kaya ini. Tidak banyak dalil yang dia ungkapkan. Dia hanya memberikan analogi dan perlambang saja. Katanya,
"Seseorang tidak bisa mengisi botol penuh kecap dengan air putih, sebelum kecapnya dibuang terlebih dahulu. Baru setelah itu, kita bisa memasukkan air putih. Itu pun masih ada sisa-sisa kecap yang belum terbuang sehingga air yang kita masukkan masih akan bercampur dan berwarna hitam. Air itu harus dibuang lagi sehingga botol benar-benar bersih dari kecap.
Baru setelah itu, air yang kita masukkan benar-benar bening karena tidak tercampur lagi dengan kecap. Analoginya, kecap itu adalah harta yang kita miliki dan air putih itu adalah doa dan amal ibadah yang kita lakukan. Antara maksiat dan kebaikan tidak akan mungkin bisa bersatu. Karena itu, ketika seseorang ingin menyucikan dirinya, semua kotoran yang ada dalam diri dan harta harus dibuang dan dibersihkan.
Ada banyak skenario Tuhan untuk 'membersihkan' harta seseorang sehingga harta kotor yang dimilikinya benar-benar terkuras, mungkin dibangkrutkan usahanya, kena tipu, dan sebagainya. Andaipun semuanya sudah terkuras, boleh jadi masih ada kotoran yang masih tersisa dalam diri dan harta. Allah Swt. akan meinbersihkannya dengan penyakit, musibah, atau lainnya, sembari dia menahan rezeki dari orang itu. Nah, ketika dia sudah benar-benar bersih, Allah Swt. akan membukakan jalan rezeki yang halal kepadanya. Yang jadi masalah, apakah kita sabar atau tidak dalam proses pembersihan itu?"
Nasihat ini mampu menjawab pertanyaannya selama ini tentang keadilan Tuhan, tentang ijabah doa, tentang makna pertobatannya. Allah Ta'ala. mengambil sebagian besar kekaya-annya bukan karena Allah benci, melainkan Allah amat sayang dan cinta kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat.
Sebabnya, bagaimana mungkin mengisikan nasi dan sup yang lezat ke dalam mangkuk yang blepotan dengan kotoran. Tentu sangat bijak jika mangkuk itu dibersihkan terlebih dahulu. Begitu pula qada Allah, sebelum menuangkan limpahan rahmat dan ampunan-Nya, dia akan membersihkan orang tersebut dari jelaga kemaksiatan yang masih hinggap dalam diri dan hartanya.
Beberapa tahun berlalu, mantan pengusaha kaya ini sudah berada kembali di jalur kesuksesan bisnisnya. Walau belum sesukses dahulu, tanda-tanda ke arah itu sudah mulai terlihat di hadapannya. Ibaratnya, dia tengah mengisi botol nasibnya dengan air putih keberhasilan setelah dia menumpahkan hitamnya air kemaksiatan.
Rentetan kegagalan dalam bisnis telah membawa perubahan positif dalam diri pengusaha ini walau sebelumnya dia nyaris jatuh pada keputusasaan.
Filosofi botol kecap yang disampaikan temannya telah membuka sudut pandang baru terhadap makna ujian dan makna hidup yang sebenarnya.
Dalam bahasa manajemen, pengusaha ini telah mengalami reinventing atau menemukan kembali tujuan hidupnya.
Sumber : Cerita Inspirasi Muslim
Langganan:
Postingan (Atom)





